Jumat, 24 Februari 2012

Jeritan Rakyat Jelata



Kalimat tersebut tampaknya masih relevan dengan kondisi di Indonesia saat ini walau tak semua pemilik "kursi" seperti itu. Pada awalnya mereka berusaha "menjilat" semua lapisan masyarakat agar dapat menjadi orang terpilih. Segala cara mereka lakukan dengan sangat halus dan tampak tanpa rekayasa, tetapi setelah terpilih apakah semua janji manis itu terealisasi?? Saya pikir para pembaca thread ini b
isa menjawabnya sendiri.

Sekarang pemerintah berusaha mensejahterakan petinggi negeri ini yang katanya agar tidak terjadi penyimpangan seperti korupsi serta meningkatkan kinerja dengan memberikan berbagai fasilitas dan tunjangan, namun apa yang terjadi?? Masih saja media mendapatkan penyimpangan yang terjadi seperti "mangkir" dari tugas.

Berdasarkan data tahun 2010 penduduk Indonesia yang berada pada garis kemiskinan sekitar 32.7 juta jiwa, tetapi saya tidak terlalu yakin bisa saja malah berada dibawah garis kemiskinan. Miskin saja sudah sulit apalagi dibawah garis kemiskinan? Marilah kita berpikir sejenak apakah semua yang terjadi di negeri ini sudah pada tempatnya? Atau malah banya yang salah sasaran?

Dengan banyaknya penduduk Indonesia yang kurang mampu maka secara tidak langsung akan menambah angka kriminalitas, prostitusi, human trafficking, dan lain-lain. Karena yang ada dipikiran mereka hanya "Bagaimana bisa makan hari ini agar tetap hidup?" sehingga mereka akan menghalalkan berbagai cara. Selain itu berdasarkan statistik setiap tahun angka
kemiskinan selalu bertambah lalu bagaimana peran pemerintah dalam hal ini?




Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar